Pantun Sireh Pinang ~ Ahmad Sarju

Seiring madah pantun bersambut
dalam senyum penghidang tamu
mesra berdakap kasih terpaut
persilakan tamu sambut di pintu

Sambut salam sambut bersopan
jenguk-menjenguk ajuk-mengajuk
baru kami menyebut tuan
air didih belumlah sejuk

Dimulakan hajat setinggi gunung
dimulakan dengan pantun pusaka
sehalus rambut sejernih kaca
tersisip makna dalam nan agung

Dijunjung datang disambut hajat
dulang berukir tepak peminangan
persudikan santap sirih beradat
pusaka bangsa zaman berzaman

Kini jejaka rindu seharian
gadis di bilik sendiri kesepian

Menunggu menimang ingatan kasih
malam merayu ke bulan jernih

Ah! Semusim cuma yang dinanti
gunung dikejar kemanakan lari?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s