Seni dan Bakatku..

Kaligrafi Islam

 

Pada dasarnya manusia itu memiliki bakat dan seni masing-masing yang berbeda-beda di bawa sejak lahir,seperti halnya diri saya yang memiliki kemampuan dalam melukis kaligrafi islam,dan membuat ukiran dari kayu yang mengunakan alat sederhana.namun dalam seni saya hanya belajar sendiri dengan alam dan sekeliling kehidupan orang yang mempunyai kemampuan seni seperti saya,karena  bakat yang sederhana saya belajar dan terus belajar sehingga nantinya akan menghasilkan sebuah karya yang menarik,dan menyenangkan bagi lahir dan bhatin saya.

dalam hal ini saya menulis sedikit pengertian mengenai bakat dan seni yang di peroleh berbagai sumber.

Seni merupakan karya manusia yang mengkomonikasikan pengalaman-pengalaman,yang di sajikan secara indah dan menarik,singga timbulnya pengalaman bhatin pada manusia yang menghayati.

menurut Quraisyihab,seni adalah kemampuan untuk mencetuskan (dalam hal ini membuat),sesuatu yang indah dan lembut,sehingga dapat menarik indera manusia,meliputi indera perasa,peraba dan penglihat.Sedangkan berkeseniaan merupakan perkara yang sangat penting karena berhubungan dengan hati dan perasaan manusia.Seni berusaha membentuk kecenderungan dan perasaan manusia dengan alat beraneka ragam dan merangsang ;alat-alat yang dapat di dengar,dibaca dilihat dirasakan dan dipikirkan.tidak diragukan pula seni sama dengan halnya ilmu.ia dapat digunakan kebajikan pembangunan,atau untuk kejahatan atau kerusakan,disinilah letak pengarunya yang besar

Bakat adalah tingkat kemampuan yang tinggi yang berhasil dicapai seseorang dalam keterampilan tertentu, Menampilkan bakat dibutuhkan motivasi kuat yang disebut minat, yakni kebebasan seseorang memilih segala sesuatu yang disukai, disenangi dan ingin dilakukan.

Di dalam bakat dan seni saya tertarik pada kaligrafi islam, yang bertulisan arab seringkali dibuat kaligrafi. Biasanya isinya disadur ayat-ayat Al-Qur’an Bentuknya bermacam-macam, tidak selalu pena diatas kertas, tetapi seringkali juga ditatahkan di atas ,logam atau kulit,bahkan juga di bentuk menjadi ukiran pada kayu.

Sumber Gambar: Qur’an manuscripts, 11th  century

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s